Keinginan masyarakat pertanian
untuk
memiliki Pusat Perbenihan di Yogyakarta terwujud, dengan diresmikannya
gedung “Jogja Benih” pada 12 Desember 2012 oleh Wakil Gubernur Daerah
Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam IX. Gedung berlantai dua yang
juga berfungsi sebagai Sekretariat bersama Pusat Perbenihan Yogyakarta,
yang disebut sebagai Jogja Benih, berlokasi di sebelah gedung Balai
Pengawasan dan Sertifikasi benih (BPSB) jalan Gondosuli Yogyakarta.
Pusat perbenihan ini merupakan lembaga non structural di lingkungan
pemerintah D.I. Yogyakarta, yang ditetapkan berdasarkan peraturan
Gubernur DIY nomor 58 tahun 2012. Peresmian gedung ini sekaligus
menandai berfungsinya pelayanan informasi yang berkaitan dengan berbagai
hal menyangkut benih maupun layanan konsultasi bagi masyarakat.
Aktivitas Jogja benih dapat diakses melalui internet (www.
Jogjabenih.com).
Gubernur
DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya yang dibacakan oleh
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam IX, menyatakan bahwa adanya
Pusat Perbenihan sangat tepat, mengingat Yogyakarta memiliki kekayaan
plasma nutfah tanaman pangan maupun hortikultura yang sangat beragam dan
potensial untuk dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi saat ini
adalah penyediaan benih yang sebagian besar masih impor, di sisi lain
penggunaan benih berkualitas baik di kalangan petani masih tergolong
rendah, padahal benih mempunyai peran penting dalam menentukan kualitas
produksi. Keberadaan Jogja Benih yang menyediakan benih-benih unggulan
DIY antara lain ikan Nilasa, kelapa bulat Bojong, Mete Meteor, Cabe
merah Branang, serta produk-produk benih yang dihasilkan para produsen
di Yogyakarta, diharapkan dapat menggugah kesadaran dan ketertarikan
petani untuk menggunakan benih yang berkualitas baik. Di masa mendatang
DIY diharapkan untuk dapat menjadi pemasok benih bagi kebutuhan dalam
negeri. Wakil Gubernur DIY berkenan pula untuk melakukan pelepasan
ekspor perdana bibit jati unggul ke Malaysia.
Pada
kesempatan ini Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta,
Dr. Sudarmaji, secara simbolik melakukan penyerahan benih sumber padi
untuk lahan sawah dan lahan kering sebanyak 2,5 ton dari Badan Litbang
Pertanian kepada para penangkar benih di Yogyakarta. Benih sumber padi
yang disumbangkan antara lain Inpari 10 (260 Kg), Inpari 7 (705 kg),
Inpara 5 (200 kg), dan Situ Bagendit (1335 kg).(RH).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar